Masyarakat Diminta Agar Selektif Memilih Bus Pariwisata yang Tepat

Dinas Perhubungan Pati minta warga teliti dan berhati-hati memakai layanan sewa bus pariwisata. Warga bisa memilih perusahaan bis yang telah memiliki perizinan legal, lebih-lebih kepemilikan trayek yang jelas.

Kepala Dishub, Sudarlan, melalui Eko Budi Santosa, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dishub Kabupaten Pati, Rabu (1/8), mengatakan, bahwa ini dikarenakan menyangkut aspek keselamatan berlalu lintas. "Khususnya dengan maraknya angka kecelakaan lalu lintas yang ikut melibatkan bus pariwisata di sejumlah daerah," jelasnya.

Ketika menggelar razia itu, dia masih menemukan sebagian bis yang tak memiliki izin operasional atau trayek, sehingga membahayakan aspek keselamatan penumpang. "Setidaknya untuk bis yang memiliki izin trayek akan menempel sekaligus mempunyai asuransi Jasa Raharja. Jangan hingga penumpang dirugikan bakal hal hal yang demikian," imbuhnya.

Selain dalam razia, pihaknya sudah berupaya melaksanakan sosialisasi dan pembinaan ke pool perusahaan layanan pariwisata. Pembinaan juga dijalankan dikala uji kir. Pengusaha servis pariwisata dipinta untuk mengutamakan mutu pelayanan, kenyamanan dan keselamatan penumpang. Baca berbagai informasi perihal https://busjakartapariwisata.id/ disini.

Dalam razia di jalanan Pati Juwana pihaknya ikut serta melakukan penilangan terhadap 10 kendaraan yang melanggar tata tertib berkendara. Seperti melanggar dimensi kendaraan, tidak memiliki trayek, pelanggaran izin angkutan bus atau pelanggaran habis masa berlaku buku uji kir.

"Kegiatan razia ini juga kami lakukan untuk menindaklanjuti surat edaran Dirjen Perhubungan Darat dalam menjalankan pengawasan dan peringatan terhadap pemilik kendaraan yang melanggar dimensi kendaraan,"imbuhnya.

Pada mulanya, bus merupakana kendaraan yang ditarik kuda, kemudian dimulai dari tahun 1830-an bus bertenaga uap mulai ada. Seiring perkembangan zaman, bis bertenaga mesin konvensional adalah inovasi bus troli elektronik yang berfungsi dengan seperangkat kabel yang ada di beberapa tempat dalam jumlah banyak. Bus bertenaga mesin pertama timbul beriringan dengan perkembangan mobil.

Setelah bus bertenaga mesin pertama pada tahun 1895, pelbagai ragam figur dimaksimalkan pada tahun 1900-an, sampai akhirnya tersebar luas bentuk bus yang utuh mulai dari tahun 1950-an. Bus menjadi populer pada awal abad 20 karena Perang Dunia I. Saat itu, kebanyakan sarana rel dialokasikan untuk keperluan perang dan karena banyaknya eksistensi mobil pribadi, sehingga diperlukan alat transportasi lain yang bisa mengangkut banyak penumpang.

Saat ini, bus di Indonesia dibagi ke dalam beragam kelompok, menurut ukuran, kelas, variasi, dan jarak. Ada tiga variasi bus berdasarkan ukuran, bis besar, bis sedang, dan bis kecil. Walaupun menurut kelas ada kelas ekonomi, bisnis rs, bisnis ac, executive, dan super executive. Pembagian menurut kelas ini ditetapkan oleh fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh bis.